My Life is Dream : BAB IX (Celebrity On Vacation)

Posted By Dewa Wijaya on Saturday, March 2, 2013 | 1:56 PM


TERIMA KASIH KEPADA:
KOMPUTERKU YANG UDAH SEMBUH,
Pesan:
maaf buatnya kelamaan...............seperti biasa aku penulis amatiran yang kerjanya suka mencoret-coret dinding orang dengan tulisan yang kurang bermutu ini. Setidaknya kalian yang suka, aku sangat berterima kasih.

*Selamat Membaca*

~~~Bali, Putri House-10.30 p.m.~~~



Selama berjam-jam, Putri dan yang lainnya menunggu kedatangan tim termehek-mehek. Namun, kedatangan yang dinantinya itu tak kunjung tiba. Mereka duduk di lobi apartemen menatap setiap langkah kaki yang berjalan dari depan pintu. Menopang dagu dan membisu seribu bahasa sejak pagi tadi.

"Duh,.....ngaret banget nih!" Pandangan yang semula tertuju pada pintu, mulai terhenti. Putri mulai resah dan mengeluarkan muka kesalnya.

"Ya, aku juga bosen......apa kita ditipu?" Yulia mulai mengeluarkan kata dari mulutnya. Tisu yang berada dihadapannya terhempas oleh nafasnya.

"Entahlah, aku jadi ingin tau apa yang sedang Dian dan kawan-kawan lakukan di Korea sana...!" Yuni terlihat sedih.

"Sudahlah, kita tunggu saja sampai benar-benar lelah...!" Pandangan Putri kembali tertuju ke pintu. Menunggu dan terus menunggu, tentunya hal yang paling membosankan dalam hidup ini. Hati akan terasa lega, jika tiba saatnya, akhir dari sebuah penantian. Hal itu pun, dirasakan Putri dan yang lainnya ketika melihat sekelompok pria dan wanita berbaju hitam dengan logo Trans TV.

"Tik, itu mereka.......!" Kata Yulia dengan histeris. Putri yang kaget, secara reflek ia berdiri dan mengusap wajahnya yang berminyak.

"Selamat siang.....!" kata salah seorang tim dari Trans TV.

"Siang, silahkah duduk,.....!" kata Putri dengan ramahnya.

"Oh ya mas, siapa presenter termehek-meheknya?" Yulia menampilkan senyum manisnya kepada pria yang duduk dihadapannya.

"Nah,......itu yang hendak kami bicarakan sekarang, berhubung kami sudah mendapatkan client yang lebih penting, kami sepakat untuk membatalkan janji dengan kalian.....!" kata orang itu.

"Apa..........!" Putri sangat kaget mendengar keputusan dari tim Trans TV. Orang-orang yang berada disekitar merasa heran dengan reaksi Putri yang cukup Lebay.

"Maafkan kami sekali lagi, uangnya akan kami kembalikan....!" Kata salah satu tim, yang benar-benar terlihat menyesal akan kejadian ini.

"Gampang banget kamu bilang maaf, huh.....!" Para tim dari trans TV terkejut, saat Yulia menepuk meja yang berada dihadapannya dengan kuat dan keras.

"Sudah-sudah Yul, kita terima saja keputusan ini, kami mohon lain kali kabari kami lebih awal Mbak....!" Yuni mencoba menenangkan Yulia. Telapak tangannya memerah ketika Yuni merabanya.

"Kami juga sepakat, akan membayar kesalahan kami ini, dengan mengajak kalian syuting...!" kata seorang tim pria Trans TV.

"Syuting apaan ya........?" Ekspresi Yulia berubah seketika.

"Berhubung kalian selebritis, jadi kami mengundang kalian syuting dalam program Celebrity on Vacation....!" Yulia tampak bengong ketika mendengar kata ini dari pria yang berada dihadapannya.

"What.......selebriti dari kolong kali!" kata Putri yang tak percaya dengan omong kosong ini.

"Haduh, apa kalian tak tau, semua orang mengenal kalian, karena baru-baru ini diberitakan di infotaiment....!" kata tim Trans TV. Putri masih tak percaya dengan perkataannya. Namun, Yulia seakan menanti-nanti moment ini.

"Mas, mengapa kita bisa ada di infotaiment..? Yuni masih heran dengan keadaan ini.

"Bukankah minggu lalu, Yuni diberi apresiasi oleh disainer handal ternama di Amerika karena telah mempolerkan disign busana Indonesia? terus, Putri mendapatkan award karena usahanya mengembangkan budaya Bali di Singapura?, begitu pula kau si cantik Yulia, beberapa bulan yang lalu kau mengisi acara memasak di Amerika, tak terduga kau memiliki banyak fans dari negeri itu!" kata tim pria dari Trans TV yang berada di hadapan Yulia. Yulia semakin kagum dan senang dengan orang itu yang telah menyebut dirinya cantik.

"What....ternyata aku jadi artis wkwkwkw!" Kata Yulia dengan histeris.

"Wah wah wah, tak menyangka kegiatanku di Singapura bisa terexpose!" kata Putri heran.

"Itu memang benar, duh coba saja aku sering nonton TV,....gak nyangka banget!" kata Yuni.

"Baiklah, syutingnya akan dimulai sekarang, kami sudah membawa artis lain, jadi kita tinggal memilih tempatnya saja..!" kata tim trans TV.

"Bukannya kami menolak, tapi kami ada misi yang harus kami selesaikan!" kata Putri dan menampilkan wajah sedihnya kepada tim Trans TV.

"Ayolah tik, kesempatan tak datang dua kali, jugaan Riza bisa menunggu, dia gak bakal bunuh diri kok, apalagi nekat masuk kandang dinosaurus,.......please lah Tik, kali ini saja!" Yulia mencoba merayu Putri dan menyenggol bahunya dengan manja.

"Hmm......bagaimana nih?" Yuni masih ragu akan keadaan ini.

"Ya sudah, ayo kita Holiday.....Yihaaa!" kata Putri dengan histeris. Yulia yang senang dengan keadaan ini melompat riang seperti orang gila.

Putri dan kawan-kawan pun bersiap-siap untuk syuting hari ini. Tempat yang mereka kunjungi adalah tempat yang tak asing lagi baginya. Ekspresi wajah mereka tampak grogi ketika melihat artis tamu yang menemani mereka.

~~~Kebun Raya-Bedugul~~~

"Eh Tik,....kok rasanya pernah lihat tu orang, tapi dimana ya?" Bisik Yuni sambil berjalan menuju lokasi syuting.

"Jelas saja,.....itu kan....BISMA SM*SH!" Putri berteriak dengan keras dan artis tamu yang berada dibelakangnya pun menoleh ke wajahnya.

"O ow....ternyata benar BISMA....!" kata Yuni.

"What.....BISMA? mana-mana?" Yulia yang berada di depan membalikkan badannya. Sekilas, wajahnya terlihat merah ketika menatap wajah Bisma.

"Duh, dasar mata keranjang, tadi suka lihat pria dari tim Trans TV, sekarang Bisma.....huh!" kata Yuni heran.

"Lagian, beda jauh sama kamu Yul, dia kan udah kumisan, mau saja naksir sama orang yang sudah berkepala tiga!" Bisik Putri
."Diam semua,....aku lagi cari cowok tau! susah banget nyari yang pas!" kata Yulia menatap wajah Putri dan Yuni dengan tajam.

"Hahaha.....yang sabar ya Yul!" Yuni tertawa seketika.

Hawa sejuk semakin terasa. Pepohonan rindang membuat lengkapnya tempat ini. Ditambah lagi, disekitar terlihat bunga-bunga harum yang bermekaran. Kerumunan orang tampak bersuka ria dan bersantai melepas kejenuhan. Tak terasa, setelah beberapa menit berjalan diatas rerumputan hijau akhirnya mereka tiba di lokasi Syuting.

"Duh, jadi malu ngomong sama Bisma.....siap-siap dah sampai take 1000 ( pengambilan gambar ke 1000 )!" Yulia tampak pesimis.

"Hai, mohon bantuannya ya!" kata Bisma menampilkan senyumannya.

"I..iya!" kata Putri dengan gugup.

Mereka pun syuting tepat di hadapan hamparan bunga pegunungan yang indah penuh warna. Dengan usaha yang keras, Putri dan kawan-kawan begitu antusias mengikuti syuting ini walau sedikit gugup. Semakin lama, mulai tampak keakraban mereka dengan Bisma SM*SH. Suasana yang tegang seketika berubah santai.

"Baiklah, break sebentar....!" kata tim kreatif Celebrity on Vacation.

"Hah, lelah juga ya..tapi seru banget!" kata Putri sambil meminum segelas air minum segar.

"Sebenarnya, aku bangga bisa syuting bersama kalian!" kata Bisma dan menepuk punggung Yulia. Bisma tampak akrab seperti adik sendiri dengan Yulia.

"Aku juga bangga sekali kak, bisa tunjukin dance-nya gak?" Tanya Yuni. Bisma tak menjawab iya atau tidak. Tanpa mengucapkan kata apapun, bakat menarinya yang keren pun ditunjukan kepada Putri dan kawab-kawan. Mereka bertiga, tak dapat mengedipkan matanya sedikitpun.

"Lapar nih, untung aku bawa rantang makanan hihihi, siapa mau minta?" Putri mengeluarkan rantang yang ia bawa sejak tadi.

"Waw.....steak ayam saus pedas, Yummy.....!" Air liur Yuni hendak menetes.

"Untung aku bawa banyak, nih ambil saja!" Putri menyuguhkan rantangnya.

"Hmm, enak juga.....kamu yang masak?" Tanya Bisma.

"Betul banget..!" kata Putri.

"Oh ya, tadi aku dengar dari tim kreatif, katanya kalian ingin mencari orang,...... siapa ya?" Tanya Bisma sambil menyantap steak ayam dengan lahap.

"O ow........aku lupa! sekarang jam berapa nih?" Tubuh Yuni terlihat gelisah.

"Ini masih jam 3 sore, memangnya ada apa?" Tanya Bisma penasaran.

"Gawat nih, kalau Dian dan kawan-kawan tau kalau kita lagi
hura-hura, dia pasti akan marah seperti gunung yang akan meletus!" kata Yulia.

"Begini kak, sebenarnya kami ada misi untuk mencari seseorang, dia adalah teman SMP kami!" kata Putri.

"Apa perlu aku bantu...?" tanya Bisma.

"Ah, nanti merepotkan saja!" kata Yuni.

"Tak perlu sungkan, aku tak sesibuk dulu....!" kata Bisma.

"Tapi, hari sudah menjelang malam, bukannya Yulia akan kerja?" tanya Putri.

"Hari ini aku kosong kok, hehehe!" kata Yulia dengan girang.

"Kalau begitu kita akan melakukan pencarian dengan kak Bisma aja, pasti seru deh..!" kata Putri.

"Hahaha iya, sehabis syuting kita langsung tancap..!" kata Bisma.

"Hore.......kurasa ini hari terbaik dalam hidupku hihihi!" seru Yulia. Lompatan alaynya membuat saus steak jatuh menimpa wajah Putri.

"Duh.......ni anak alay banget!" kata Putri.

"Hahaha, maaf deh......gak sengaja!" Yulia tersenyum.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Disisi lain cerita, Dian dan kawan-kawan telah tiba disalah satu rumah unik dengan arsitektur Korea.

"Kurasa ini rumah Yena Friend.....!" Seru BJ sambil melihat alamat yang ia dapatkan dari keluarga Yena sebelumnya.

"Hadeh.....capek juga berjalan seharian........coba saja pakai taxi, pasti gak bakal dikejar-kejar robot kayak gini!" Kata WS. Keringat tubuhnya tak henti-henti mengucur.

"Hemat sedikitlah.........hitung-hitung olahraga haha!: kata Dian.

"Kulit cantikku terbakar nih......perlu waktu berbulan-bulan untuk membuatnya cantik lagi huhuhu!" Echik meraba kulitnya yang mulai berubah merah. WS yang kehausan, menatapnya heran. Kurasa, dia sedikit sensitif dengan tingkah Echik.

"Chik, bersihkan wajahmu dong, cantikmu hilang lo!" Aku pun memberikan Echik sebuah tisue yang tersimpan dalam kantongku.

"Sudah......kita masuk saja!" seru Dian. Dia pun memencet bel yang berada di sebelah intercom rumah. Dengan narsisnya, dia menampilkan wajah imutnya pada sebuah kamera yang berada didekatnya. Wajah Dian akan terlihat dari dalam rumah agar si pemilik bisa melihatnya tanpa keluar rumah.

Dengan otomatisnya pintu terbuka. Kami terkejut, karena tak biasanya pemilik tidak mengeluarkan jawaban. Tiba-tiba, semua semakin jelas ketika sesosok wanita cantik terlihat dari balik pintu.

"Hei......kalian………..bagaimana bisa ada disini?!" seru wanita itu.

"Yena.............itu kau!" teriak Dian. Tubuhnya bergerak reflek memeluk Yena dengan erat. Suasana tampak haru, namun tak biasanya aku tidak menangis melihat fenomena ini.

"Yena......kau tampak kurusan hahaha!" Echik menghampirinya dan berpelukan dengannya. Yena membalas dengan hangat.

"Hai Ye.......apa kabar nih?" tanyaku dan menampilkan senyuman kepadanya.

"Hah baik........sebaiknya kita mengobrol di dalam saja......mari silahkan masuk!" kata Yena dan mengantar kami menuju kedalam rumah.

Jalan setapak kecil kami lalui sambil melihat keadaan sekitar yang begitu unik. Diujung jalan, terlihat daun-daun layu yang telah berserakan. Hentakan kaki yang terakhir menghantarkan kami ke pintu depan yang dipenuhi ukiran khas Korea. Perasaan senang menyelimuti, rasa lelah pun terobati.Di dalam rumah, suasana tampak biasa karena menggunakan arsitektur modern.

"Mari,......silahkan duduk dulu, akan kubuatkan minuman hangat!" Yena bergegas menuju dapur.

"Huh,.......sepertinya Yena hanya tinggal sendiri deh!" BJ berbisik kepada Dian. Dian masih belum bisa memastikannya. Tentunya, dia harus meluruskan semua ini dengan bertanya kepada Yena. Tak beberapa lama kemudian, Suara hak sepatu Yena yang masih ia kenakan saat ini, terdengar keras.

"Silahkan menikmati minumannya!" Teh hangat dengan ekstrak ginseng Korea tercium dari hidungku. Aroma teh ini Mengingatkanku akan coklat panas yang sering aku buat untuk Lingling.

"Hmm, enak sekali teh ini......Yummy!" WS merasa senang. Kurasa sakit tenggorokannya, bisa disembuhkan dengan meminum teh ini.

"Ngomong-ngomong, apa kau tau mengenai kabarnya Riza......?" secara reflek, Yena tersedak setelah mendengar pentanyaan dari Dian.

"Mengapa kalian menanyakan hal itu?" Yena begitu terkejut.

"Apa kau menyembunyikan sesuatu Ye? tak biasanya kau begitu gugup!" Dian mencoba menyindir Yena.

"A.....a....anu aku tak mendengar kabarnya semenjak beberapa tahun yang lalu!" Yena tampak gagap mengeluarkan perkataan. Bahkan, keringat dingin mulai terlihat dari keningnya.

"Aku tahu kamu menyembunyikan rahasia........tolonglah bantu kami Ye,......!" Gus De pun memperjelas keadaan.

"Aduh....aku benar-benar tidak tahu.....apa tujuan kalian kemari hanya menanyakan dia? kukira kalian rindu kepadaku huft!" Yena menampilkan wajah kesalnya. Namun, Dian masih mengira kalau Yena hanya berakting semata.

"Apa kau mau membuka mulut demi tanda tangan SUJU?" Dian melakukan negosiasi.

"Haduh......tanda tangan SUJU sudah tak berarti lagi di Korea.........disini lagi ngebooming boyband xy2in!" kata Yena. CCP tampak bingung mendengar nama boyband yang asing bagi mereka. Bahkan aku, Dian dan Echik pun tak pernah mendengar nama boyband itu.

"Bohong banget kamu Ye......mana ada boyband yang namanya aneh kayak gitu?" aku menyambar pernyataan dari Yena.

"Ya jelas aja kalian gak tau.........kalian kan dari Indonesia!" kata Yena.

"Duh di zaman secanggih ini mana mungkin kita gak tahu.....!" kata Dian.

"Betul banget......palingan kamu bohong untuk menutupi Riza dari kami!" BJ mulai melawan pernyataan Yena. Persitegangan diantara kami belum juga menemukan titik terang. Aku mulai berpikir, mungkin Yena memang tak tahu keberadaan Riza.

"Penawaran terakhir,......bagaimana kalau aku memberimu tiket konser SM Entertaiment!" kataku.

"Aku sudah punya.....lagian ini kelas VIV!" kata Yena dengan sombongnya.

"Aha......bagaimana kalau tukarnya dengan ini!" sekilas mimik muka BJ tampak menjanjikan.

"Tukar dengan apaan sih?" tanya Yena heran.

"Taaaaraaaaa!" BJ menunjukan sebuah foto tua kepada Yena.
Wajah Yena tampak histeris melihatnya. Sesekali ingin merebutnya, namun BJ berusaha mempermainkannya. Suasana yang semula tegang, berubah seketika. Perutku begitu sakit tak bisa menahan tawa melihat foto itu.

"Hahahahaha.........dimana kamu menemukan itu Je?" tanya Gus De.

"Waktu kita obrak-abrik rumahnya, iseng aja aku nyolong hahahaha!" kata BJ dengan penuh rasa tawa.

"Gila,....sejak kapan kamu jadi badut Ye? hahahahaha!" Echik pun tak bisa menahan tawanya. Yena hanya menampilkan wajah yang begitu malu.

"Nah.......bagaimana? kurasa ini tawaran terakhir! pilih buka mulut, atau foto ini kami sebarkan di internet hahahaha!" kata BJ..

"Apa boleh buat......baiklah aku buka mulut!" kata Yena.

"Tunggu apa lagi........!" kata Echik.

"Sebenarnya, beberapa tahun yang lalu Riza menceritakan suatu kisah kepadaku. Kisah apalagi selain kisah cintanya. Saat itu, hidup Riza berubah karena dia memiliki perasaan cinta kepada pria yang bukan pria biasa. Pria itu adalah putra mahkota kerajaan UK" kata Yena sambil meneguk teh yang hampir dingin.

"What.........? putra mahkota kerajaan UK?" Echik begitu histeris mendengarnya.

"Eh eh....kerajaan UK itu apaan ya? hehehe!" kata Wahma dengan bingungnya.

"Haduh.....UK itu artinya United Kingdom....atau boleh dikatakan Kerajaan British / Inggris!" kataku.

"Yap itu benar,......tapi cerita cinta mereka kandas ditengah jalan!" sahut Yena.

"Aku jadi tak mengerti, mengapa Riza tak berterus terang kepada orang tuanya,?" tanya Dian.

"Orang tuanya menjodohkan Riza dengan salah seorang pilihan ayahnya, Riza tak berani membantah karena takut dengan ayahnya. Bahkan Riza pernah bilang hubungannya dengan putra mahkota raja UK kepada ayahnya, namun ayahnya tak percaya dan mengira kalau itu akal-akalannya saja demi menjauhi calon suaminya. Tolong ya teman, rahasia ini jangan bilang kepada orang lain" Yena memelas dengan lembut.

"Lalu.......Riza sekarang dimana?" Tanya Gus De.

"Huh.....kalian terlambat, Riza sudah pergi ke bandara sejak beberapa jam yang lalu!" kata Yena.

“Azzzz, kenaoa tak bilang dari tadi……….!” BJ terlihat kecewa.

"Dia mau pergi kemana...kemana....kemana? Echik bertanya dengan terburu-buru. Biskuit mini yang iya makan sampai tertelan dalam keadaan utuh,

"Entahlah,....tapi aku pernah mendengar dia berbicara dengan Eka kemarin!" kata Yena

"Eh Friend.....kalau dia pernah menghubungi Eka, mungkin saja Riza pergi ke Bali, telpon Putri suruh jaga di bandara, kurasa pesawatnya sebentar lagi akan tiba!" kata BJ.

"Belum tentu Eka dibalik semua ini...." Dian sedikit membantah perkataan BJ.

"Jaga-jaga sajalah!" kata BJ.

"Baiklah, aku telpon sekarang!" Dengan cepat, Echik menekan tombol HP nya.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Sementara itu, Putri CS menghembus nafas lega setelah berjam-jam syuting dengan penuh semangat. Tiba-tiba, suara dering HP teralun nyaring dalam pendengaran mereka. Suasana yang hening akibat kelelahan berubah seketika.

"Tik, itu suara HP mu!" tanya Yuni.

"Oh.....mana...mana?" tangannya meraba setiap saku yang ada di bajunya.

"Tu, dirumput......!" kata Yulia sambil menunjuk sebuah HP yang tergeletak bersama rantang besi berisi sisa steak.

"Iya.....!" kata Putri

Setelah diterimanya telpon itu, wajah Putri tampak panik. Dia ingin mengatakan sesuatu tapi tak dipahami oleh Yuni dan Yulia.

"Tik, tenangkan dirimu......ada apa sebenarnya?" Yuni menyuguhkan air kepadanya.

Setelah menghela nafas lega, Putri pun menceritakan semuanya.  Mendengar hal itu, Putri CS bergegas menuju bandara Ngurah Rai. Bisma SM*SH pun ikut dalam pencarian ini. Saking terburunya, Putri hampir lupa mengambil rantang makanannya.

“Hahaha……….rantangmu memang lucu Tik!” kata Yuni.

“Lucu apanya……? Tanya Putri heran.

“Lucu aja lihat motifnya Dora The Exploler haha!” kata Yuni dengan girangnya. Yulia dan Bisma pun ikut tertawa bersama Yuni.

Bagaimanakah kisah selanjutnya?
Apakah Eka ada dibalik semua ini?
Berhasilkan Bisma membantu Putri CS?
Tunggu aja deh kisah selanjutnya........!
Blog, Updated at: 1:56 PM

3 komentar:

Post a Comment

1 Komentar anda sangat berarti bagi kami. Karena komentar andalah yang menjadi semangat bagi kami.

Anda bebas berkomentar, asal jangan mencantumkan link hidup pada komentar. Bagi yang mencantumkan link hidup pada komentar, dengan berat hati komentar anda akan segera kami hapus.